Teknologi Yang Terinspirasi Dari Kemampuan Hewan

Teknologi Yang Terinspirasi Dari Kemampuan Hewan – Kemajuan teknologi tidak hanya melalui pemikiran dari manusia atau rangkaian rumus yang begitu sulit. Namun sekarang telah di ciptakan teknologi yang terinspirasi dari kemampuan hewan. Sejumlah hewan yang hidup di muka bumi dapat menginspirasi peneliti untuk menciptakan teknologi yang mutakhir. Melalui pengamatan, para peneliti terus mempelajari hal luar biasa yang di miliki hewan.

Baca juga:
Peristiwa Alam Langka Awal 2018

Berikut Teknologi Yang Terinspirasi Dari Kemampuan Hewan

Kupu-kupu dan layar bebas silau

Kupu-kupu dan layar bebas silau

Secara visual, sayap kupu-kupu memang terlihat indah. Terkadang keindahan sayap kupu-kupu bahkan menginspirasi seseorang untuk menciptakan sebuah karya. Ternyata bahwa sayap kupu-kupu memiliki prinsip anti silau meskipun memiliki sayap yang sangat tipis. Lewat kemampuan itu membuat sejumlah peneliti menciptakan sebuah teknologi pada layar ponsel.

Pada tahun 2015, peneliti Jerman di Karlsruhe Institute of Technology menciptakan penemuan yang mengejutkan. Sebuah sistem nanoscopic yang diadaptasi dari sayap kupu-kupu dapat menghilangkan sebagian besar cahaya yang dipantulkan.

Penelitian tentang bagaimana teknologi ini diterapkan ke layar ponsel masih berlangsung. Jika nantinya berhasil maka Anda tetap bisa melihat layar ponsel meski di tengah terik matahari, tanpa harus menambah kecerahan pada layar ponsel yang bisa menghabiskan baterai.

Rayap dan bangunan hijau

Rayap dan bangunan hijau

Rayap yang meski tergolong hewan yang merugikan, rayap ternyata dapat menginspirasi manusia. Di Afrika, terdapat banyak gundukan-gundukan tanah yang berupa rumah rayap yang begitu besar, bahkan melebihi tinggi manusoa. Rayap yang hidup secara berkoloni ini bisa membentuk tempat tinggal yang kokoh, tidak hanya bentuknya yang kokoh, rumah para rayap ini juga punya sistem vebtilasi yang amat luar biasa.

Hal ini terbukti ampuh untuk mengatur suhu di dalam gundukan besar itu. Luar biasanya, para insinyur di seluruh dunia sudah mempelajari sistem semacam ini.

Eastgate Center di Harare adalah kompleks perbelanjaan dan perkantoran terbesar di Zimbabwe. Bangunan itu dibangun atas prinsip-prinsip arsitektur hijau yang terinspirasi oleh gundukan rayap.

Bangunan ini tidak memiliki sistem pemanasan atau pendinginan konvensional tetapi menggunakan sistem pasif yang terdiri dari kipas dan ventilasi untuk mengatur suhu sepanjang tahun.

Hiu dan teknologi pesawat

Hiu dan teknologi pesawat

Hiu merupakan salah satu jenis predator yang merajai lautan yang sangat ganas dan unggul dalam melahap mangsa. Pemburu berdarah dingin ini juga memiliki jenis kulit yang sangat di idam-idamkan para ilmuan. Ternyata, kunci kecepatan seekor hiu saat mengejar mangsa tak hanya terletak pada kekuatan sirip dan ekor saja, melainkan pada permukaan kulit mereka yang disebut sebagai dentikel.

Dentikel adalah sekumpulan gigi gigi kecil yang menyerupai sisik yang mencuat ke permukaan kulit melalui jaringan epidermis. Sebuah ide brilian kemudian datang dari tiga ilmuwan Fraunhofer Society — sebuah organisasi penelitian asal Jerman. Mereka mengembangkan cat khusus yang dipelajari dari kulit hiu.

Cat ini nantinya akan diaplikasikan ke permukaan pesawat terbang, agar dapat bergerak lebih cepat bagai seekor hiu. Jenis kulit hiu ini diklam dapat mengurangi hambatan saat bergerak.

Kelelawar dan smartcanes

Kelelawar dan smartcanes

kelelawar di kenal dengan kekuatan nonturnal mereka. Biasanya kelelawar akan memancarkan frekuensi sonar tinggi yang dapat memantulkan sinyal pada benda-benda yang berpotensi akan bertabrakan dengan dirinya saat terbang. Ternyata, prinsip semacam ini digunakan oleh manusia untuk menciptakan alat bantu para tunanetra. Perangkat ini disebut sebagai SmartCane yang menempel pada tingkat putih. Saat gelombang kembali ke perangkat, maka tongkat akan bergetar dan memberikan petunjuk pada pengguna untuk menghindar dari jalurnya.

Show Buttons
Hide Buttons