Teknologi Terbaru Dibidang Medis

Teknologi Terbaru Dibidang Medis – Kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam tubuh agar kita di jauhkan dari penyakit-penyakit yang mengerikan dan menakutkan. Dalam dunia kesehatan, teknologi sekarang semakin di kembangkan untuk mempermudah dalam pembuatan obat dan mengetahu jenis penyakit yang di derita seseorang untuk membantu menyembuhkan pasien. Bahkan sekarang sudah banyak cara pengobatan yang semakin luar bisa dalam masa penyembuhan. Berikut teknologi terbaru di bidang medis.

Baca juga:  Jenis Teknologi Anyar Dalam Gelar MWC Tahun 2018

Teknologi pembakar lemak.

Teknologi pembakar lemak.

Buat kamu yang mengalami obesitas, temuan baru di bidang medis ini juga diprediksi bakal sangat membantumu. Teknologi yang bakal membantu mencairkan lemak yang menumpuk ini dinamai dengan “microneedle patch” dengan teknologi nanopatch.
Teknologi ini dibuat oleh mereka para peneliti dari Colombia University Medical Centre. Tapi tidak semua orang ternyata bisa mengaplikasikan teknologi ini. Mereka yang pernah atau sedang mengkonsumsi obat diet, dimana efek yang bekerja adalah mengubah lemak coklat menjadi lemak putih harus memiliki jangka waktu tertentu agar efek obat diet itu berkurang.
Cara kerja microneedle nanopatch ini adalah mengendalikan obat yang telah diinjeksikan pada microneedle ke area-area tertentu yang ditentukan oleh tenaga medis. Seperti misalnya hanya di areka kulit dan setelahnya lemak coklat akan mencair secara perlahan ke dalam bentuk partikel nano.

Buat kamu yang belum tahu, manusia punya dua jenis lemak. Pertama adalah jenis lemak putih dan yang kedua disebut lemak coklat, atau yang biasa disebut dengan lemak jenuh. Lemak putih sendiri berfungsi sebagai cadangan energi dalam tubuh, dan jangan heran kenapa anak kosan nggak bakal mati sekalipun mereka nggak makan selama beberapa hari. Ya, asal tetep minum aja tetep aman kok, paling-paling juga pingsan. Sedangkan fungsi dari lemak coklat sendiri adalah lemak yang lebih sering mengendap.
Penelitian yang dilakukan dan dipublikasikan di ACS Nano, sebuah tikus percobaan menunjukkan hasil meurunnya 20% kadar lemak pada tubuh tikus setelah diaplikasikan teknologi microneedle ini sejalan dengan menurunnya kadar glukosa pada darah tikus percobaan.

Pen pendeteksi kanker.

Pen pendeteksi kanker.

Kanker sampai saat ini masih menjadi sebuah penyakit berat yang sangat ditakuti banyak orang. Gimana nggak takut, dari biaya perawatan dan dan obat-obatan yang nggak murah harganya adalah sebagian hal yang bagi kebanyaka orang menjadi sebuah tambahan hidup.
Namun kamu tidak perlu takut lagi dan malah bisa dideteksi lebih dini di usia muda dengan penemuan pen pendeteksi kanker sebagai hasil sebuah penelitian dari University of Texas dari sebuah pen berbentuk sebuah device, dan juga dinamakan dengan Masspec Pen. Pena ini berfungsi untuk membedakan kanker selama masa penyembuhan dalam waktu 10 detik.
Menggunakan Masspec Pen ada sebuah metode yang bisa mendeteksi kanker dengan sebutan Frozen Section Analysis selama 30 menit atau lebih menuju proses pengambilan sampel. Hebatnya, 10-20 % kasus kanker bisa terdeteksi sekalipun sel kanker ini membeku.

Cara kerja MassPec Pen ini adalah dengan cara membandingkan beberapa molekul yang disebut dengan metabolites. Bagian inilah yang memproduksi sel jaringan dengan mengeluarkan beberapa tetes air yang menyerap ribuan metabolites dan meneruskannya melalui specrometer karena metabolites ini diproduksi dari sel kanker yang terpisah dari sel kanker yang normal. Kemudian pen pendeteksi kanker ini langsung mendeteksi apakah terdeteksi kanker atau tidak.
Dan sebuah studi juga menganalisa bahwa jaringan yang diambil dari 253 pasien kanker, rencananya teknologi pen pendeteksi kanker ini akan digunakan di masa mendatang dalam operasi pembedahan.

Alat pendeteksi harapan hidup seseorang.

Alat pendeteksi harapan hidup seseorang.

Organ dalam yang menjadi bagian yang tidk bisa dideteksi oleh kebanyakan orang tanpa bantuan tenaga medis maupun teknologi medis, membuat para peneliti di Adeide dari University of Adelaide menemukan sebuha teknologi di bidang medis yang baru dengan sebutan artificial intelligence untuk memprediksi harapan hidup seseorang menurut analisa medis.

Dalam penelitiannya, para peneliti menggunakan 48 gambar dada pasien dan mempelajarinya dengan lebih dalam. Algoritma yang mana membutuhkan prediksi dari beberapa pasien ini bisa mendeteksi kira – kira mana harapan hidup pasien yang akan meninggal lebih cepat dalam kurun waktu 5 tahun. Hasil dari pendeteksian ini kurang lebih 69%.
Pendeteksian lebih dalam ini menggunakan teknik algoritma, lalu membuat sebuah observasi dan prediksi. Dalam kasus ini, algoritma akan mempelajari jenis penyakit yang lebih kompleks lagi dengan melihat kondisi beberapo organ tubuh manusia. Namun tentunya masih perlu banyak pengembangan lagi untuk menyempurnakan kegunaan teknologi ini.

Show Buttons
Hide Buttons