Museum Kegagalan

Museum Kegagalan – Setiap tahun berbagai perusahaan di dunia ini memproduksi berbagai macam produk, tetapi tidak semua produk-produk itu berhasil dan laku dipasaran. Hal ini melatarbelakangi Samuel West untuk membuat sebuah kumpulan barang-barang “gagal” dalam sebuah museum. Samuel West sendiri adalah seorang psikolog industri dan organisasi, yang menghabiskan 7 tahun terakhir mempelajari kegagalan dan kesuksesan dan apa yang dikatakan orang mengenai kedua hal itu. Museum itu dinamakan Museum of Failure atau Museum Kegagalan. Museum ini didirikan di Helsingborg, Swedia, dan telah banyak menampung berbagai macam produk-produk inovasi gagal yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita bayangkan keberadaannya.

Beberapa diantaranya berupa alat-alat kecantikan yang mengerikan, gadget tidak berguna, dan smartphone yang membuat orang illfeel. Contohnya seperti Tweeter Peek, gadget yang hanya bisa memngkinkan kita untuk membuka tweeter, tidak ada kegunaan lainnya. Selain itu ada juga Microsoft Kin, Amazone Fire Phone, Parfum Harley-Davidson, Bolpon Big yang dibuat khusus untuk wanita, Apple Newton, Google Glass, dan lain sebagainya. Total produk yang akan dipamerkan diawal pembukaan museum ini ada sekitar 60 lebih produk.

Sebenarnya tujuan dari pembuatan museum ini bukan untuk mengolok- olok produk dan perusahaan itu sendiri, tetapi lebih kedepannya, yaitu membuat perusahaan menjadi lebih tahu dan lebih baik untuk kedepannya dan perusahaan tidak takut dalam berinovasi, sebab banyak kesuksesan berawal dari inovasi yang gagal.

“Tujuan dari museum ini adalah menunjukkan bahwa inovasi melewati sejumlah kegagalan,” ungkap West, yang bertanggung jawab terhadap koleksi museum.

“Jika anda takut gagal, maka anda itudak bisa berinovasi,” demikian sebagain dari kata-kata West.

Show Buttons
Hide Buttons