Konspirasi Yang Terjadi di Tahun 2017

Konspirasi Yang Terjadi di Tahun 2017 – Kita baru saja memasuki awal tahun 2018, jika kita melihat kebelakang, banyak kejadian yang terjadi di tahun 2017, seperti pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45, bencana banjir di Asia yang banyak memakan korban jiwa, gempa di Mexico dan Erupsi Gunung Agung di Pulau Bali yang banyak menarik perhatian dunia. Belum lagi dengan provokasi Korea Utara tentang percobaan nuklir yang dikhawatirkan dapat memicu perang dunia ketiga dan teror ISIS.

Sementara itu mendekati akhir tahun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, hal ini memicu gelombang protes di berbagai belahan dunia, yang akibatnya juga akan dirasakan pada tahun 2018 ini.

Selain kejadian nyata, sejumlah teori konspirasi pun mewarnai tahun 2017, dari yang mustahil hingga teori yang menguji nalar dan logika. Beberapa di antara teori-teori itu yang paling mengguncang dunia adalah :

1. Kiamat Nibiru.

Konspirasi Yang Terjadi di Tahun 2017

Ramalan soal kiamat banyak terjadi sepanjang tahun 2017, terutama yang konon disebabkan planet liar bernama Nibiru yang konon katanya akan menabrak Bumi.
Seorang numerolog bernama David Maeda mencetuskan ramalan ini, menurutnya pada tanggal 23 September 2017, bumi akan hancur akibat bertabrakan dengan Planet Nibiru.

Prediksi ini tentu membuat sejumlah orang menjadi khawatir, sampai-sampai National Aeronautics and Space Administration (NASA) harus mengklarifikasi kabar tersebut.

“Tidak ada bukti yang sah tentang keberadaan Nibiru. Tidak ada foto, tidak ada jejak, tidak ada penglihatan astronomi,” kata Morrison dari NASA.

Belakangan, ketika ramalannya tidak terbukti, Maeda berdalih, dia mengatakan tanggal 23 September 2017 hanya akan ditandai dengan serangkaian peristiwa bencana yang terjadi selama beberapa minggu ini.

“Dunia tidak berakhir, tetapi sebagian besar dunia tidak akan sama persis bentuknya pada awal Oktober mendatang,” ujar Maeda.

Masih soal Nibiru, sejumlah teori kembali bermunculan, salah satunya mengatakan pembawa maut Nibiru akan muncul tanggal 19 November 2017 yang akan memicu gempa besar yang akan menghancurkan seluruh kehidupan di bumi.

“Aktifitas seismik akan mencapai puncaknya pada minggu kedua November hingga Desember 2017,” klaim salah satu pencetus ide tersebut, Terral Croft.

“Prediksi gempa akibat penyelarasan bumi melewati matahari terhadap Bintang Hitam (Nibiru) dijadwalkan terjadi pada 19 November 2017,” tambahnya.

2. Rekayasa Pendaratan Manusia di Bulan.

Konspirasi Yang Terjadi di Tahun 2017

Sebenarnya ini adalah isu lama, tetapi isu ini kembali diangkat oleh sebuah situs berbagi video oleh “Streetcap1“.

Mereka mendapat bukti-bukti kepalsuan photo yang diambil dari permukaan bulan pada misi Appolo 17, misi ekspedisi Bulan keenam sekaligus yang terakhir yaitu pelindung yang dipakai salah satu astronot merefeksikan bayangan seorang pria yang berdiri di permukaan bulan tanpa mengenakan pakaian antariksawan. Mereka mengklaim bahwa gambar tersebut diambil dari lokasi pengambilan gambar film Hollywood. NASA dituduh membodohi publik.

Tidak hanya misi Appolo 17, bahkan pendaratan manusia pertama di bulan tanggal 21 Juli 1969 juga sebagai sebuah dusta besar. Pada tahun 1974, 2 tahun setelah misi Apollo 17, seorang penulis soal hal teknis bernama Bill Kaysing menerbitkan buku berjudul “We Never Went to the Moon“. dan pada tahun lalu Channel 5 menyiarkan dokumenter Fox berjudul “Did We Land On The Moon?“.

Ada sejumlah yang dianggap ganjil. Termasuk, bintang-bintang yang tidak ada dilangit bulan, bendera yang ditanam Buzz Aldrin bisa berkibar padahal tidak ada angin disana, juga bayangan yang jatuh kearah yang berbeda.

3. Teori Bumi Datar

Konspirasi Yang Terjadi di Tahun 2017
Perdebatan tentang teori ini tetap hangat sepanjang tahun 2017. Tidak sedikit orang atau kelompok di dalam masayarakat yang percaya teori Bumi datar. Mereka tidak mempercayai bukti yang disajikan citra satelit, yang menguatkan bahwa planet manusia sejatinya bulat.

Banyak teori ilmiah tentang bentuk bumi itu sendiri terus mereka bantah dan mengatakan itu semua adalah tipuan atau hoax. Entah apa yang mendasarimereka mengatakan itu. Padahal di era teknologi canggih seperti saat ini, semua hal yang ditolak itu sudah jelas terpapar dan muda digapai via internet.

Tetapi tetap saja, meski banyak orang berkali-kali menertawakan apa yang mereka yakini, yang telah terbukti salah oleh berbagai teori ilmiah selama ribuan tahun, sebagian orang tetap memegang kuat anggapan Bumi datar.

Show Buttons
Hide Buttons